Kanker Payudara Pada Pria

Kanker Payudara Pada Pria

Oleh: dr. Ratna Setyawati, M.Kes.,Sp. PA*

Kanker payudara pria (male breast cancer) merupakan keganasan yang jarang dibandingkan kanker payudara pada wanita. Kanker payudara pada pria (male breast cancer) adalah pertumbuhan sel ganas di jaringan payudara pria yang berasal dari kelenjar, saluran, atau jaringan ikat di sekitar area dada. Sebanyak 1% dari jumlah total kasus kanker payudara di dunia dialami oleh pria. Pria juga bisa memiliki benjolan di payudara. Benjolan atau nodul yang timbul pada payudara pria perlu dicurigai sebagai suatu tumor payudara, layaknya pada wanita. Jika benjolan ini terus tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali, maka kondisi ini bisa berkembang menjadi kanker.

Tanda dan Gejala :

Tanda dan gejala kanker payudara pada pria mirip dengan gejala yang terjadi pada wanita, tetapi sering diabaikan karena dianggap tidak signifikan. Tanda dan gejala yang umum meliputi:

  • Benjolan keras di bawah puting atau areola, biasanya tidak nyeri.
  • Perubahan kulit payudara, seperti kerutan, penebalan, atau tarikan ke dalam.
  • Perubahan pada puting, termasuk retraksi (puting tertarik ke dalam), luka yang tidak sembuh, atau keluar cairan berdarah dari puting.
  • Pembengkakan di ketiak akibat pembesaran kelenjar getah bening.
  • Rasa nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada dada.

Faktor resiko terjadinya kanker payudara pada pria

1 . Usia

Kanker payudara pria umumnya terjadi pada usia yang lebih tua dibandingkan kanker payudara wanita. Berbagai tinjauan melaporkan bahwa sebagian besar pasien pria didiagnosis pada usia >60 tahun. Akan tetapi dapat juga terjadi pada usia muda

  1. Faktor genetik

Faktor genetik mempunyai peranan penting pada kanker payudara pria. Gen mutasi yang berperan adalah BRCA2 dan BRCA1 .

Dengan kata lain, bila seorang laki-laki memiliki orangtua atau anggota keluarga, terutama yang sama-sama berjenis kelamin laki-laki, dengan riwayat kanker payudara, maka ia berisiko tinggi akan mengalami hal yang sama.

  1. Hormonal

Beberapa kondisi yang menyebabkan peningkatan paparan estrogen atau ketidakseimbangan hormonal pada pria dapat meningkatkan risiko, antara lain

  • kadar estrogen yang tinggi,
  • obesitas,
  • penyakit hati atau sirosis,
  • kelainan atau penyakit testis,
  • ginekomastia,
  • sindrom Klinefelter.
  • Radiasi

Terapi :

 Tatalaksana kanker payudara pria pada umumnya mengikuti prinsip kanker payudara wanita, meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, terapi target, dan terapi endokrin. Perbedaan penting terletak pada terapi hormonal, di mana tamoxifen merupakan pilihan utama untuk kanker payudara pria dengan reseptor hormon positif.

Kanker payudara pria sering kali merupakan ancaman yang tidak terlihat, tetapi dapat diatasi dengan deteksi dini, kewaspadaan, dan pengobatan yang tepat.

Penulis adalah: Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu.*

 

 

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *