SIKLUS PANDEMIK GLOBAL YANG MENCEMASKAN MASYARAKAT DUNIA SEJAK MASA KOLONIAL SAMPAI ERA MILENIAL (ANTARA FAKTA DAN SPEKULASI)

SIKLUS PANDEMIK GLOBAL YANG MENCEMASKAN MASYARAKAT DUNIA SEJAK MASA KOLONIAL SAMPAI ERA MILENIAL (ANTARA FAKTA DAN SPEKULASI)

Oleh: Mochtar Marhum

Dalam perspektif sejarah Pandemik Global (Global Pandemic), tercatat sudah empat kali wabah penyakit yang menjangkiti masyarakat dunia. Bahkan menewaskan jutaan umat manusia ketika abad dulu teknologi dan sarana transportasi belum secanggih sekarang dan mobilitas masyarakat dunia belum sebanyak frekwensi saat ini.

Wabah pandemik dunia oleh kalangan ilmuwan dan negwaran-negarawan dunia dimasukkan sebagai Wabah Pendemik Siklus 100 tahunan (Satu Abad).

Dimulai dari tahun 1720an ketika wabah besar Marseile yang mulanya wabah itu menyebar dari Kota Marseile di Francis kemudian menyebar ke kota-kota di Eropa dan menewaskan 100 ribuan masyarakat Eropa ketika itu. Wabah itu tersebar melalui lalat.

Tahun 1820an wabah Kolera menjangkiti masyarakat di negara-negara Asia dan wabah Kolera itu disebabkan air danau yang terkontaminasi dan dikonsumsi masyarakat ketika itu. Wabah Kolera ini menelan korban nyawa sekitar 100 ribu di wilayah Asia.

Tahun 1920an wabah Flue Spanyol H1N1 menyebar ke se luruh dunia. Memginfeksi 500 juta penduduk dunia dan menwaskan 100 juta penduduk dunia.

Di Era Colonial saat itu mobilitas penduduk dari Spanyol Eropa sebagai Epicentrum Pandemik tidak melibatkan warga masyarakat sipil karena belum ada penerbangan Komersil saat itu tapi justru virus menyebar melalui mobilitas serdadu Pemerintahan Colonial dan anggota kelurganya yang dikirim ke wilayah pendudukan (Occupation) di Asia, Afrika dan Amerika Latin (Selatan dan Tengah).

Temuan seorang peneliti bernama Siddharth Chandra, peneliti asal Michigan State University yang sempat dipublished di Situs Resmi Kerajaan Belanda tahun 2013 sempat melaporkan bahwa wabah Flue Spanyol di Indonesia pada masa Colonial sangat ganas mampu menewaskan jutaaan penduduk Indonesia khususnya yang bermukim di Pulau Jawa dan Madura Ketika itu.

Peneliti menggunakan panel data dengan menurut hitungan populasi berdasarkan kelipatan lima tahunan (Quinquennial) dan Sensus sepuluh tahunan (Decinial) peneliti mengemukakan penemuannya jumlah kematian akibat Flue Spanyol di Pulau Jawa berkisasr antar 4.26 – 4.37 juta penduduk.

Sejak akhir 2019 dan awal tahun 2020 masyarakat dunia dikhawatirkan dengan menyerbanya Virus Corona Covid 19 (Corona Virus Disease 2019).

Virus Covid 19 pertama kali mewabah di Kota Wuhan kota dagang dan kota terbesar ketujuh, ibu kota Provinsi Hubei Tiogkok pada awal December 2019.

Kasus Covid 19 pertama ditemukan di Pasar Hewan Liar yang gemar dikonsumsi masyarakat kota Wuhan.

Diduga penyakit itu dari hewan menjangkiti manusia (Animal jumped to human). Dan kebetulan Laboraturium Virologi yang meneliti family Virus corona terletak dekat dari pasar hewan liar yang diduga merupakan sumber Covid 19.

Virus ini oleh peneliti ilmu Kedokteran dan Kesehatan Masyakat khususnya kajian Epidemologi dan Virologi memasukkan Virus ini sebagai family dari Virus SARS (Severe acute respiratory syndrome-related coronavirus) adalah virus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut berat (SARS). Dan MERS Middle East respiratory syndrome-related coronavirus (MERS-CoV) adalah jenis Virus yang menjangkiti Manusia, Keleawar dan Onta.

Ketika Covid 19 menyebar ke lebih dari 200 negara saar ini telah berbagai macam tuduhan, spekulasi. Berbagai pihak di dunia saling mengkambinghitamkan (Scapegoating) satu sama lain.

Amerika menuduh Covid 19 adalah Virus yang merupakan Senjata Biologi (Biological Waepon) China yang bocor, yaitu Virus yang diciptakan di Lab (Lab Engeneered Virus) bukan Virus yang mewabah secara alami (Natural Pandemic Or OutBreak).

Pihak China menduga Covid 19 merupakan Virus yang di bawa oleh Tentara Amerka yang mengikuti Olimpiade Militer Dunia di Kota Wuhan Oktober 2019 dan pihak Pemerintahan Komunis China mengatakan punya data ada Tentara Amerika yang sempat dirawat di Rumah Sakit Wuhan dengan Gejala (Symptoms) yang sama persis dengan penderita Covid 19.

Kedua Negara Raksasa Amerika Serikat dan China memang belakangan ini lagi di Puncak Ketegangan akibat Perang Dagang.

Bahkan ada sejumlah Meme dan komentar di Medsos Profesional ternama dunia LinkDin menyebutkan bahwa Pemerintah China telah memenangkan Perang Dunia Ketiga di Era Milenial ini tanpa memuntahkan satupun Senjata Nuklir antara Benua.

Ada juga pihak-pihak yang berspekulasi dan menduga bahwa wabah Covid 19 merupakan Illuminati yaitu sengaja direkayasa oleh suatu konspirasi atau persekongkolan dari suatu Organisasi Kekuatan Dunia yang ingin mengendalikan dunia melalui Pemerintah dan Korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru.

Spekulasi mereka mungkin terinspirasi dari Karya Fiksi Ilmiah Postmodern berjudul The Illuminitas ! Trilogy (1957 – 1977).

Dari perpespetif agama, sejumlah tokoh-tokoh agama mengklaim bahwa Covid 19 adalah Tentara Allah yang sengaja diturunkan untuk menegur umat manusia yang telah banyakan melakukan kezaliman dan kemakziatan di muka Bumi.

Sejumlah media mainstream dunia juga melaporkan bahwa ada kurang lebih 150 orang keluarga Kerajaan Saudi dievakuasi akibat mulai mewabahnya Covid 19 dan ada 15 anggota keluarga kerajaan yang dinyata Positif Corona.

Raja Salman sebagai penguasa Tunggal yang menguasai dua kota Suci Islam, Makkah dan Madina beserta putranya Muhammad Bin Salman (MBS) dan seluruh keluarga terdekat Kerajaan Saudi Arabia (KSA) segera dievakuasi ke Kota Jeddah.

Covid 19 telah memutar balikkan dunia membuat masyarakat dunia panik, cemas dan bingung. Karena sampai saat ini belum ada secara resmi vaksin atau obat Anti Covid 19 yang secara resmi telah berhasil uji klinis dan direkomendasikan oleh WHO untuk diberikan kepada penderita Covid 19.

Kini China (Kota) Wuhan, Italia, dan Amerika Serikat telah menjadi Epicentrum penyebaran Covid 19, negara-negara tersebut menjadi Zona Merah penyebaran Covid 19 di seluruh dunia. Ada ribuan penderita Covid 19 yang tewas setiap hari akibat keganasan Virus Corona.

Seorang peneliti ternama dunia barusan membuat press release dan menyebutkan bahwa dua negara berpenduduk dengan populasi terbesar di dunia yaitu India dan dan Indonesia diprediksi bisa masuk dalam daftar negara Epicentrum Covid 19 yang baru jika kebijakan pemerintah untuk menerapkan kebijakan Physical Distancing atau Social Distancing serta Karantina atau Isolasi PSPBB GAGAL.

Berbagai ilmuwan, Agamawan dan negarawan telah banyak yang membuat prediksi dan spekulasi tentang kapan berakhirnya Wabah Pandemik Covid 19 dan semoga prediksi mereka bisa membawa harapan dan kenyataan atau minimal bisa menjadi semacam trauma healing bagi penduduk dunia yang cemas dan panik

Lepas dari berbagai persoalan dan masalah serius dunia yang ditimbulkan oleh Pandemik Global Covid 19, masih banyak juga masyarakat yang melihat dari sisi positif. Misalnya dengan mewabnya Covid 19, sejumlah negara membuat kebijakan kebijakan Lockdown sehingga aktivitas manusia di luar rumah makin berkurang dan Bumi kembali bersih dari polusi dan ancaman pemanasan Global (Global Warming) yang dampaknya ke depan mungkin juga sama bahayanya dengan ancaman Covid 19 ….Wallahu A’lam (Allah lebih Tahu).

 

Penulis adalah Kolumnis (Freelance Writer) dan Akademisi Universitas Tadulako

Wartakiat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares