Kenali Gejala Stroke Sedini Mungkin: SeGeRa Ke RS
Oleh: dr. Faisal Fakhri M., Sp.N., FINA*
Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan dalam waktu singkat. Seseorang yang sebelumnya masih dapat berbicara dan beraktivitas seperti biasa, dalam hitungan menit dapat mengalami wajah mencong, tangan dan kaki melemah, bicara pelo, bahkan penurunan kesadaran.
Dalam penanganan stroke dikenal istilah “Time is Brain”, yang berarti waktu adalah otak. Semakin lama otak mengalami gangguan aliran darah, semakin besar kemungkinan jaringan otak mengalami kerusakan. Karena itu, mengenali gejala stroke sedini mungkin dan segera membawa pasien ke rumah sakit merupakan langkah yang sangat penting.
Apa Itu Stroke?
Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik) yang terjadi secara mendadak. Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi sehingga terjadi kematian sel-sel otak.
Bagaimana Mengenali Gejala Stroke?
Untuk memudahkan masyarakat mengenali gejala stroke, Kementerian Kesehatan dalam pengenalan stroke dini menggunakan slogan:
“SeGeRa Ke RS”
Se – Senyum tidak simetris
Mintalah orang tersebut tersenyum. Bila salah satu sisi wajah terlihat mencong atau turun, hal tersebut dapat menjadi salah satu tanda stroke.
Ge – Gerak separuh anggota tubuh melemah
Mintalah pasien mengangkat kedua tangan secara bersamaan. Bila salah satu tangan sulit diangkat, terasa lebih lemah, atau perlahan turun, harus dicurigai adanya gangguan pada otak.
Ra – Bicara pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara
Stroke dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba berbicara pelo, tidak jelas, sulit menemukan kata-kata, tidak dapat berbicara, atau tidak memahami perkataan orang lain.
Ke – Kebas atau kesemutan separuh tubuh
Rasa kebas, baal, atau kesemutan yang muncul mendadak terutama pada satu sisi wajah, tangan, atau kaki juga dapat menjadi gejala stroke.
R – Rabun atau gangguan penglihatan mendadak
Penglihatan dapat mendadak kabur, menjadi ganda, atau sebagian lapang pandang menghilang.
S – Sakit kepala hebat atau gangguan keseimbangan
Sakit kepala yang sangat hebat dan muncul secara tiba-tiba, terutama bila berbeda dari sakit kepala biasanya, perlu diwaspadai. Demikian pula bila seseorang mendadak mengalami gangguan keseimbangan, sempoyongan, atau kesulitan berjalan.
Apakah Semua Gejala Harus Muncul Bersamaan?
Tidak semua gejala harus muncul bersamaan, Ini merupakan hal yang sangat penting diketahui masyarakat. Tidak perlu menunggu semua tanda stroke muncul.
Satu gejala neurologis yang muncul secara mendadak sudah cukup menjadi alasan untuk mencurigai stroke dan membawa pasien ke rumah sakit.
Gejala yang sempat hilang juga tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut dapat merupakan transient ischemic attack (TIA), yang dapat menjadi tanda peringatan meningkatnya risiko stroke.
Kenali, Bertindak, Selamatkan
Stroke bukan hanya masalah usia lanjut. Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, gangguan irama jantung, dan riwayat stroke sebelumnya merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko.
Kenali gejalanya. Catat waktunya. SeGeRa Ke RS.
Semakin cepat stroke dikenali dan ditangani, semakin besar kesempatan untuk mengurangi kerusakan otak dan kecacatan.
Jangan tunggu sampai terlambat, karena setiap menit sangat berharga.
Penulis adalah: Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu*
